Blog

Mozilla All Hands London 2016 Updates


Pada tanggal 13-18 Juni 2016, saya bersama 3 rekan lainnya, mewakili Indonesia untuk hadir di acara Mozilla All Hands London 2016, tentu saja di London, Inggris. Kami diundang lewat Tim Mozilla Participation. Ini adalah kedua kalinya saya mengunjungi London, setelah sebelumnya pada bulan November 2015 saya mendapatkan undangan untuk menghadiri Mozilla Festival. Mozilla All Hands London adalah acara yang memberikan kesempatan untuk para relawan bisa bertemu dengan staff (karyawan) dari Mozilla, dan bisa bersama-sama merencanakan strategi dan langkah-langkah Mozilla, setidaknya untuk jangka waktu 6 bulan ke depan. Namun tidak hanya itu, banyak juga kelas yang memberikan pengajaran, dan juga workshop langsung bersama untuk menghasilkan suatu karya, terutama yang terkait dengan IoT. Sementara saya sendiri, lebih berfokus pada perencanaan program Mozilla Community Space, dan juga mengikuti perkembangan program Mozilla Campus Campaign. Berikut saya akan membagikan beberapa poin penting yang saya dapat dari mengikuti acara Mozilla All Hands London 2016.

^ Mitchell Baker, Mark Surman, dan Chris Beard memberikan kata-kata pembukaan Mozilla All Hands London 2016.

^ Tim Mozilla Participation yang terdiri atas sukarelawan dan staff, berfoto bersama Chris Beard, CEO Mozilla.


Mozilla Community Space

Ini adalah program yang dijalankan sejak beberapa tahun lalu, yang dicetuskan oleh William Quiviger, dan sekarang diteruskan oleh Brian King. Tujuan dari program ini adalah supaya Mozilla bisa membantu untuk memberikan wadah untuk teman-teman komunitas, terutama mereka yang punya visi dan misi yang kurang lebih sama dengan apa yang dijalankan oleh Mozilla. Seperti kita ketahui, Mozilla adalah organisasi non profit, berbasis komunitas dalam skala global, yang berusaha menjaga agar internet bisa tetap terbuka untuk semua orang, dan juga berusaha untuk terus melahirkan berbagai inovasi baru di internet. Dengan adanya program Mozilla Community Space, terutama yang baru dibuka di Jakarta pada 13 Mei 2016 lalu di Cikini, Menteng, Mozilla berharap bisa membantu rekan-rekan komunitas terutama developer untuk bisa memiliki wadah yang bisa digunakan secara gratis untuk kegiatan-kegiatan workshop, pembelajaran, presentasi, diskusi, rapat, hacking, dan sebagainya.


Dalam perjalanannya sendiri, Mozilla tidak langsung membuka Community Space begitu saja. Perlu ada pertimbangan yang matang sebelum Mozilla benar-benar memutuskan untuk membuka sebuah Community Space di regional atau kota tertentu. Semua dimulai dengan aktifitas para relawan, yang biasa kita sebut sebagai Mozillian, yang mungkin hanya beberapa atau segelintir orang, memulai aktifitas kecil misalnya pertemuan di sebuah meja dapur. Yang kemudian pertemuan bisa berkembang di sebuah kafe. Dan kemudian sering mengadakan kegiatan baik skala kecil maupun skala besar dalam lingkup komunitas Mozilla. Barulah kemudian bisa dipertimbangkan apakah kota tersebut tepat untuk dikembangkan program Mozilla Community Space. Dan itulah yang terjadi di Jakarta, dimana komunitas yang diawali dengan segilintir orang, kemudian terus berkembang lebih besar, dan diisi dengan orang-orang yang berkomitmen untuk menghadirkan Mozilla Community Space. Jakarta adalah kota keempat dimana Mozilla membuka Community Space, setelah Bangladesh (tutup), Manila, dan Taipei.


Mozilla Campus Campaign

Saya senang bahwa Mozilla mengakui pentingnya untuk berinvestasi lebih pada generasi muda, terutama mereka yang masih di bangku kuliah atau universitas. Sebetulnya Mozilla dulunya sudah menjalankan berbagai macam program untuk bisa terjun merangkul mereka yang masih di bangku pendidikan. Misalnya saja lewat program Mozilla Webmaker, Maker Party, Firefox Student Ambassador, dan sebagainya. Sayangnya banyak program tersebut kurang diintegrasikan dengan baik, sehingga menimbulkan kebingungan. Lewat Mozilla Campus Campaign, kita mencoba untuk bisa mengajak teman-teman muda untuk berpartisipasi dalam kampanye yang berbeda dengan komitmen waktu yang tidak terlalu panjang. Tema kampanye yang pertama diluncurkan Mozilla adalah "Take Back The Web", dan itu sudah selesai. Setelah selesai para partisipan akan mendapatkan sertifikat sebagai tanda partisipasi. Nantinya Mozilla akan meluncurkan berbagai kampanye lainnya yang tentunya juga berusaha mensosialisasikan berbagai isu penting terkait dengan internet, misalnya saja tentang copyright, enkripsi, dan sebagainya. Selain merangkul para pelajar, Mozilla juga berusaha merangkul para pengajar, untuk menjadi coach atau semacam mentor. Tentunya coach atau mentor adalah mereka yang juga peduli dengan misi Mozilla dalam mengedukasi para generasi muda tentang perlunya bersikap kritis dalam berbagai isu, terutama dalam menjaga agar internet bisa tetap terbuka untuk semuanya.


Indonesia Participation to Mozilla London All Hands 2016

All Hands are a unique and special opportunity for all paid staff and our most impactful volunteers to come together, in person, to share experiences and interact with people they may not normally work with (or just see over Vidyo). Given our size, work weeks are a key differentiator for us (larger organizations just can't do this sort of thing in a meaningful way). Being able to come together as a whole organization, 2x each year, exposes each of us to interactions that may spark new ideas and/or lead to new solutions. They are a core part of our annual planning process. (Source: wiki.mozilla.org)


Mozilla is one huge global community, and that's what i'll witness when going to Mozilla London All Hands 2016, of course, in London, UK, this June 2016. This will be my second time to London after my last visit in November 2015 for Mozilla Festival. As usual, Mozilla is inviting like everyone around the globe. I'm pretty lucky to get my chance this time, together with other 3 Mozilla Indonesia Community members, Rara, Ina, and Kiki. Last time i invited to such scale event is at Mozilla Summit 2013 in Brussels, Belgium. In such scale of event, we will gather together with not only volunteers, but also Mozilla Paid Staffs. In that chance, we will brainstorm ideas, and get clear guides about where Mozilla is heading the next 6 months.

This All Hands will be very important for us, the Mozilla Indonesia Community. Especially because our local community in Indonesia, just launched our Mozilla Community Space Jakarta, in May 2016, that is supported by Mozilla Participation program. The Mozilla Community Space will run for 1 year, and it will be very important to have this space to run in the same path to what Mozilla is heading. I'm excited to meet in person all the Space Frontiers (how we call the space keyholders), especially those from Manila and Taipei.

I'm pretty sad with the fact that we are not get the Firefox OS excitement anymore. But this time we are going to have new exciting things, such as Open Innovation, Marketing Strategy, Our Lovely Firefox Browser, etc.

See you all in Mozilla All Hands London 2016!

Read more  

Mozilla Community Space Jakarta, Persembahan Mozilla Untuk Komunitas di Jakarta

Komunitas Mozilla di Indonesia merupakan salah satu dari sekian komunitas di Indonesia yang cukup konsisten dalam bekerja dan berkarya. Komunitas Mozilla Indonesia di isi dengan orang-orang yang punya komitmen dalam membantu karya dari Mozilla dalam menjaga semangat Open Web. Berbagai macam dukungan dan aktifitas dari rekan-rekan komunitas ditunjukkan dengan berbagai macam partisipasi yang dilakukan secara sukarela. Mozilla pun tidak memandang sebelah mata, usaha dan konsistensi rekan-rekan komunitas di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya Mozilla Community Space Jakarta yang berlokasi di Cikini, Menteng, pada hari Jumat, tanggal 13 Mei 2016.

Ruang Komunitas Mozilla Jakarta ini dirancang sebagai tempat untuk berkumpul dan belajar, untuk siapapun yang punya minat pada hal-hal seputar teknologi dan internet. Namun demikian, Ruang Komunitas ini terbuka untuk digunakan secara gratis sebagai wadah dan tempat untuk siapapun yang hendak berkumpul, belajar, dan mengajar.

Dalam tahap awal ini, Ruang Komunitas ini juga bisa digunakan sebagai tempat co-working yang bisa digunakan secara gratis untuk siapapun, dengan harapan nantinya bisa menjadi tempat lahirnya berbagai ide brilian yang sejalan dengan visi dan misi dari Mozilla.

Proses kelahiran Mozilla Community Space Jakarta melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Wacana sudah dimulai sejak bertahun-tahun lalu. Namun lampu kuning dari Mozilla sendiri baru keluar sekitar awal 2015. Ketika itu kami sudah mulai mencari berbagai tempat yang berpotensi bisa menjadi tempat yang ideal untuk menjadi lokasi Mozilla Community Space Jakarta. Sampai akhirnya pada akhir tahun 2015, akhirnya ditemukan juga lokasi di Cikini, Menteng. Dan lampu hijau dari Mozilla muncul pada April 2016, dan kami mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk merealisasikan Mozilla Community Space Jakarta.

Pada titik awal ini, secara pribadi saya sangat puas dengan wujud dari Mozilla Community Space Jakarta. Kami memilih lokasi yang strategis dan tepat, dan juga kami melibatkan berbagai orang yang luar biasa, yang telah memberikan usaha dan kerja keras nya, sesuai dengan minat, kreatifitas, dan bakatnya masing-masing.

Apabila menengok ke belakang, sulit menghitung sekian banyak kerja keras yang sudah kami jalani untuk bisa sampai pada titik ini. Semua dimulai dari sebuah mimpi, yang terkadang mimpi kami terasa terlalu berlebihan, namun kami membuktikan bahwa mimpi itu bisa dicapai. Kami bisa mewujudkan mimpi kami untuk melahirkan sebuah wadah untuk berbagai komunitas yang membutuhkan wadah yang supportif.

Semoga perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang masih jauh menanjak ke depan, tentunya dengan dukungan rekan-rekan komunitas, dan semua pihak yang terlibat. Kami mengundang dan mengajak kalian semua yang tertarik untuk belajar, mengajar, ataupun bertukar pikiran, untuk datang ke Mozilla Community Space Jakarta.


Yofie Setiawan
Space Manager

Mozilla Community Space Jakarta
Jl. Cikini Raya No.9
Cikini, Menteng
Jakarta 10330 - Indonesia

Upgrade Google Drive Storage

Baru-baru ini saya mengalami masalah dengan Google Apps saya. Akhirnya storage 15GB Free dari Google, sebentar lagi akan penuh, karena saya sudah menggunakan sekitar 14.9GB pada storage email saya. Saya mendaftarkan email saja pada layanan Google Apps sejak jaman dulu ketika Google masih memberikan layanan Google Apps Free untuk 10 akun email. Dan setiap akun email mendapatkan kuota 15GB. Akhirnya saya menelepon ke Google menanyakan apakah saya bisa mengupgrade hanya satu akun saja, karena setahu saya, satu akun saja dikenakan biaya sekitar US$3 per bulan. Sementara domain saya sendiri ada beberapa akun, namun saya hanya memerlukan upgrade salah satu akun saja. Namun sayangnya Google Apps hanya mengijinkan kita mengupgrade untuk keseluruhan domain, yang berarti seluruh akun harus di upgrade. Tentu saja ini menjadi pilihan yang tidak ekonomis.

Read more  

vibrantcomposites.com

Situs milik Vibrant Haptic Communicator Thumper ini memiliki keseimbangan dalam design yang luar biasa. Website ini secara tegas mengajak kita mengenal produk dari Vibrant. Garis-garis yang tegas namun dinamis juga mencoba melompat keluar dari kotak kekakuan web design masa kini. Singkat, jelas, dan padat. Salah satu yang menarik dari situs ini adalah animasi sederhana Pulse Thumper.

Oleh : Sam Dallyn (design) & Luke Tongue (development)

Read more  
Page 2 of 53

Hello!

Yofie Setiawan

My name is Yofie, I manage a solid team of web designers and web developers based in Jakarta, Indonesia. We are experts in building websites with Joomla CMS and are able to build websites using Responsive Web Design technology. If you are interested in hiring us for a project, Contact Us!