Home Blog Freelance Working as Freelancer or Employee?
Working as Freelancer or Employee?
Freelance

Satu hari saya mendapat telepon dari seseorang yang pada akhirnya saya ketahui bahwa dia adalah owner dari satu perusahaan design yang sebelumnya berdomisili di Singapore dan sekarang hendak meluaskan pasarannya dengan membuka 1 design company di Jakarta. Si pemilik menawarkan saya untuk bekerja di perusahaannya sebagai designer grafis dan web. Wow, dulu saya sering bermimpi untuk bekerja di satu perusahaan design company, namun sayangnya tidak kesampaian. Dan belakangan ini justru saya sering menerima telepon tawaran pekerjaan. Mencari pekerjaan sulit? Dulu saya kira begitu. Namun ternyata lain hal nya apabila kita memiliki kredibilitas di salah satu bidang. Mencari pekerjaan tidaklah sulit, apabila kamu memiliki satu keahlian/kemahiran.

Ada 1 pepatah yang cukup menarik, saya baca dari profil salah seorang teman facebook saya. “When you do the things you love, the money will find you.” I think it's a very very correct statement. What i always do, it's part of my hobby. I love to create things, from design. I start learning Photoshop from about 2-3 years ago. And lately i spent much time in doing web design and developing and also working on projects.


So, better working as a freelancer or employee? Saya merasakan perbedaan besar saat kita bekerja di satu perusahaan dibanding bekerja sebagai freelancer. Salah satunya yaitu adalah keterikatan waktu. Dan saya menyadari bahwa waktu itu sangat berharga, tidak hanya dinilai dari uang. Seringkali kita perlu waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman dan orang-orang di sekitar kita. Menghilangkan kejenuhan menjadi satu hal yang penting untuk diperhatikan seorang freelancer. Serangan penyakit bosan akan sering menyerang anda. Tapi apabila anda berpikiran terbuka dan cepat dalam melakukan improvement dalam setiap langkah karir anda. Saya yakin bahwa keputusan menjadi freelancer adalah tepat untuk anda. Tapi terkadang ada orang yang lebih suka berjalan di jalan yang lurus dan aman. Menjadi seorang freelancer bukanlah keputusan yang mudah. Dikarenakan resiko gagalnya yang lumayan tinggi, inilah yang membuat keputusan anda akan ditentang oleh keluarga dan orang terdekat anda. Namun apabila anda memiliki keyakinan atas diri anda sendiri, bahwa anda bisa dan memiliki nilai jual. Do it! Freelance is your right!


AddThis
Comments (8)add comment

fazr said:

saya juga berniat mnjadi freelancer. walau belum begitu mahir di satu bidang apapun (cuma baru bs utak-atik joomla doang)tp saya tetep yakin klo freelancer itu bwt saya lbih fun krna tidak terikat waktu.

keep fight
May 21, 2009 | url

Yofie Setiawan said:

itu udah jadi modal awal bro... dibilang fun jg not always, karena kerja sendirian, besar kemungkinan kena serangan jenuh... karena jarang bersosialisasi, ternyata situs social network seperti facebook pun gak banyak membantu, manusia tetep perlu sosialiasi face to face...
May 21, 2009 | url

Clemenz said:

yes..what a nice blog..gw rasa..setiap orang yang mau maju pasti akan punya pemikiran untuk jadi seorang wiraswasta...mengelola usaha sendiri..contohnya freelancer ini...dengan modal yang minim, koneksi, dan skill udah bisa jadi suatu lahan pekerjaan yang cukup menjanjikan..tinggal bagaimana kita mengelolanya supaya bisa terus berkembang. Setiap orang punya jalannya masing2, pemikiran yang relaitsi setelah lulus kuliah, bekerja disuatu perusahaan, kumpulin ilmu, koneksi, modal, pengalaman supaya bisa jadi modal untuk buka usaha nantinya..so i just wanna give big applause untuk orang2 yang berani tampil beda..sesuai dengan ideologinya sendiri...
May 21, 2009

Yofie Setiawan said:

dibilang modal minim mah gak juga sih men hoho... yup, yang penting berpikiran terbuka dan cepet melakukan improvisasi...
May 21, 2009 | url

Navy said:

Walaupun masa depan saya dalam bidang karir masih sangat jauh (JHS now), tetapi saya berusaha mencoba untuk menjadi freelancer. Ya untung2 juga kalau ada perusahaan atau pemerintahaan yang mau mengontrak saya menjadi ahli IT nya (;p). Tetapi, saya akan mencoba untuk merasakan seperti apa sih bisnis itu ?. Dan ini mungkin akan menjadi perbekalan latihan untuk masa depan. Sambil sekolah, sambil usaha. :)
May 23, 2009 | url

Rocky said:

Tapi terkadang orang yg jadi freelancer itu jadi lupa waktu lho.. sering malem atau dini hari masih ngerjain mulu... nah tuh gimana tuh? bukannya waktu-nya jadi lebih banyak habis di kerjaan dan kurang sosialisasi nyata dengan sekitar?

he2
May 26, 2009

Yofie Setiawan said:

@Rocky : Wah itu sih tergantung orangnya kali ya, ga cuma freelancer, kalau memang orangnya tipe yang kurang bergaul (kuper) mungkin memang lebih suka mendekam di rumah, kalau saya sendiri sih masih suka mencari teman di luar, atau sekedar jalan2 cari angin, berusaha ngusir rasa jenuh kalau lagi bosen... Memang sih solo fighter freelancer itu kurang sosialisasi, itu salah satu kekurangannya... So sometimes freelancer suka bekerja dalam team...
May 26, 2009 | url

clemenz said:

tetep lah jo...sekarang lo bandingin sama usaha home industry misalnya...berapa besar modal n apa aja modal yang dibutuhin buat jalanin usahanya...lo bandingin sama usaha yang lo jalanin sekarang...jauh lebih sedikit pastinya...
May 28, 2009

Write comment
smaller | bigger

busy